Tuesday, August 16, 2011

Dilarang Pakai Rok Mini, Ber-HP Ria, dan Bersepeda Motor

Siswa sekolah menengah atas di Pokhara, Nepal dilarang menggunakan ponsel. (Foto: Corbis)
Siswa sekolah menengah atas di Pokhara, Nepal dilarang menggunakan ponsel. (Foto: Corbis)



NEPAL
– Otoritas di Kota Pokhara, Nepal meluncurkan kampanye yang bertujuan meningkatkan dispilin siswa. Kampanye bertajuk “Tiga Ms” ini melarang siswa sekolah di bagian barat Nepal tersebut menggunakan telepon seluler, rok mini dan sepeda motor.

Namun kampanye ini dinilai sulit dilaksanakan karena melarang tiga hal yang berkaitan dengan kemajuan zaman. Menurut pejabat setempat, kampanye ini dirancang untuk membuat suasana lebih tertib dan jujur saat berada di ruang kelas dan jalan raya.

Mulai saat ini, pelajar sekolah menengah atas usia 16 hingga 18 tahun di Pokhara tidak akan diizinkan untuk memiliki ponsel di kelas atau menggunakan sepeda motor. Kampanye ini dibuat setelah terjadi pertemuan antara para guru, orang tua dan pemerintah setempat. Demikian seperti dikutip dari BBC, Selasa (16/8/2011).

Kebijakan ini merupakan lanjutan dari perintah pemerintah sebelumnya yang meminta semua siswa dan guru agar tidak menggunakan ponsel saat di kelas. Ini berguna untuk melestarikan lingkungan belajar-mengajar.


Anggota Asosiasi Wali Nepal Hemraj Baral menyatakan tujuan di balik larangan sepeda motor adalah untuk mencegah siswa mengalami kecelakaan lalu lintas. Sementara untuk pelarangan rok mini, otoritas setempat beralasan ini berguna untuk meningkatkan "standar moral".

Pokhara merupakan kota wisata yang indah dan rok mini dinilai tidak sesuai dengan hal ini. Karena itu, remaja Phokara harus mengenakan celana panjang atau rok yang panjangnya selutut. Saat ini, ada 20 ribu siswa sekolah menengah atas di Pokhara.

Kepala Distrik Pokhara Shambhu Koirala menegaskan akan menerapkan "Tiga Ms" secara tegas. Pasalnya, tiga hal ini mewakili keinginan masyarakat setempat. Apalagi, dia mengklaim sebagianbesar siswa menyambut kebijakan ini. Namun tidak dijelaskan sanksi yang diberikan jika ada siswa yang melanggar.

"Harus ada batasan untuk panjang rok. Dan siswa yang menggunakan ponsel harus pergi ke bangku belakang. Saya senang dengan keputusan ini," kata siswa kelas 12 Timilsina Crispy.
(rhs)

sumber: kampus.okezone.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons