Friday, April 29, 2016

RAID 0, RAID 1, RAID 5, RAID 10 Explained with Diagrams

RAID stands for Redundant Array of Inexpensive (Independent) Disks.
On most situations you will be using one of the following four levels of RAIDs.
  • RAID 0
  • RAID 1
  • RAID 5
  • RAID 10 (also known as RAID 1+0)
This article explains the main difference between these raid levels along with an easy to understand diagram.

In all the diagrams mentioned below:
  • A, B, C, D, E and F – represents blocks
  • p1, p2, and p3 – represents parity

RAID LEVEL 0

Following are the key points to remember for RAID level 0.
  • Minimum 2 disks.
  • Excellent performance ( as blocks are striped ).
  • No redundancy ( no mirror, no parity ).
  • Don’t use this for any critical system.

RAID LEVEL 1

Following are the key points to remember for RAID level 1.
  • Minimum 2 disks.
  • Good performance ( no striping. no parity ).
  • Excellent redundancy ( as blocks are mirrored ).

RAID LEVEL 5

Following are the key points to remember for RAID level 5.
  • Minimum 3 disks.
  • Good performance ( as blocks are striped ).
  • Good redundancy ( distributed parity ).
  • Best cost effective option providing both performance and redundancy. Use this for DB that is heavily read oriented. Write operations will be slow.

RAID LEVEL 10

Following are the key points to remember for RAID level 10.

  • Minimum 4 disks.
  • This is also called as “stripe of mirrors”
  • Excellent redundancy ( as blocks are mirrored )
  • Excellent performance ( as blocks are striped )
  • If you can afford the dollar, this is the BEST option for any mission critical applications (especially databases).
sumeber : http://www.thegeekstuff.com
 

Tuesday, February 23, 2016

Inkubator Bayi Gratis - ui.ac.id






PELAYANAN GRATIS…
Peminjaman Gratis INKUBATOR BAYI untuk bayi prematur untuk di rumah (Home Incubator).
SMS Center 0856 5931 2070
Email koestoer@eng.ui.ac.id
Lokasi Kampus UI Depok.
— SAVE OUR BABIES —

Sumber :
http://www.ui.ac.id/berita/inkubator-rumahan-untuk-bayi-prematur.html https://koestoer.wordpress.com/pengabdian-masyarakat/inkubator-dan-bayi-prematur/

Thursday, January 21, 2016

DO'A PAGI dulu sblm memulai aktifitas.

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا. ALLAHUMMA INNII AS-ALUKA 'ILMAN NAAFI'AN, WA RIZQON THOYYIBAN, WA 'AMALAN MUTAQOBBALAN. “Yaa Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima Yaa اَللّهُ .. Kami bersyukur padaMu karena telah menjaga tidur kami dan membangunkan kami kembali di pagi ini. Engkau telah ijinkan kami kembali memulai hari yang indah ini. Kami mohon pagi ini untuk berbagi dengan orang² di sekeliling kami. Jadikanlah mereka nyaman berada didekat kami. Jadikanlah hari ini penuh keindahan, keindahan dengan rahmatMu yang berlimpah. Berikanlah hati kami kedamaian, ketenangan dan keiklasan. Berikanlah kami kejernihan pikiran sehingga dapat dengan bijak dan sabar menyikapi segala ujian hari ini. Ya Robbana... Jadikanlah apa yang kami lakukan hari ini sebagai amalan untuk bekal kami menghadap Mu, berikan kami kekuatan iman untuk istiqomah dlm menggapai ketaqwaan padaMu semata. Ya Robbana... Tegarkanlah hati dan badan ini untuk tetap berjalan dalam naungan CahayaMu. Hilangkan kelelahan kejenuhan dalam diri kami sehingga kami bisa memberi yang terindah bagi keluarga, sahabat dan pekerjaan kami. Ya Allah... Berikanlah kasihMu, Rahmat Mu, PerlindunganMu, CahayaMu untuk saudara2 sahabat2 kami yg Engkau rahmati. Berkahilah umurnya... Berilah kesehatan padanya. Angkatlah penyakitnya Murahkanlah rejeki padanya. Berkahilah mereka dgn taufik dan hidayahMu آمين... آمين... آمين... يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِن ْ Niscaya akan diberi kemudahan dan kelancaran

Tuesday, January 5, 2016

Pesan untuk anak-anak ku

Ada baiknya tulisan ini di kirim ke anak kita
✨  Kutipan dari tulisan Alm KH E.Z. MUTTAQIEN,
Rektor Unisba-I

"ANAK-2 KU " ...
Ada kehawatiran besar setiap orang tua !!!
disaat tua,
disaat daya melemah,
disaat anak2 semakin sibuk.?

KESENJANGAN.
Diawali dari merenggangnya komunikasi...,
terjadinya perbedaan alam pikir yg menjauh...,
Dan ... sulitnya saling memahami,
yg mungkin skrg belum terbayang oleh kalian semua...??
tapi itu akan terjadi...!!!

KELAK ... pd saatnya kami hanya bisa berdoa dan berlinang air mata.
Mengiringi semua kekhawatiran yg menyelimuti hati kami.

Yang kami khawatirkan adalah keselamatan kalian, juga syakaratul maut kami.
"Akan adakah anak2 tercinta menggumamkan Kalimat TALKIN mengiringi perjalanan kami pulang keharibaanNya saat syakaratul maut" ??

SAAT INI kami sangat ingin
komunikasi kita berjalan mesra..., ramah.., penuh .. penuh rindu....
Kami berharap komunikasi kita membuat kita saling faham.

MEMANG kebersamaan kita hanya sebentar.
Hanya 20 tahunan,
Sisanya kalian akan bersama pasangan kalian sampai akhir hayat kalian.
Rasanya sangat sebentar,
belum cukup kita berbagi rasa diwaktu 20 tahunan itu.

Tapi mudah2an komunikasi yg kita bangun sekarang ini bisa memperpanjang kebersamaan rohani kita & mengecilkan rasa khawatir yg selalu ada di hati kami.

ANAKKU...
Jaga Sholat kalian,
Jaga Shodaqoh kalian,
Selalu Berbuat Baik,
Jangan pernah letih utk mendekatkan diri kpd ALLAH.
Berbuatlah yg bisa membuat Orang Tua kalian berbahagia di Alam Barzah dan Akhirat kelak...!!!

Kami TITIPKAN masa depan Akhirat kami kpd Akhlaq Mulia kalian".
Jangan Lupa di Like yaa Gan!!

Thursday, October 29, 2015

Mencari file di Linux

Berikut adalah tips singkat untuk mencari file pada sistem operasi linux.

locate / mlocate / slocate

contoh:
locate dokumen
Perintah ini akan mencari file/folder yang terdapat kata ‘dokumen’ di system. Perintah ini sangat cepat dalam menemukan file, karena tidak mencari ke fisik file, tetapi mencari ke database. Kekurangannya apabila ada file baru yang belum masuk database, kemungkinan tidak akan ditemukan.

find

contoh:
find /home -name '*.sql'
Perintah ini mencari semua file dengan ekstensi .sql yang berada di directory /home dan subdirectory. Berbeda dengan locate, perintah ini langsung menscan filesystem sehingga lebih lambat, tetapi memiliki lebih banyak parameter pencarian.
contoh lain:
find /home -iname '*testing*' -mtime 2
Mencari file dalam directory /home dan subdir dengan nama yang mengandung kata testing (case insensitive), dengan atribut modified time 2 hari yang lalu
find /home/triswan -iname '*testing*' -mtime -2
Mencari file dalam directory /home dan subdir dengan nama yang mengandung kata testing (case insensitive), dengan atribut modified time sejak hari ini hingga 2 hari yang lalu
find /home/triswan/Downloads -type f -iname '*.html' | xargs grep test
Mencari file dalam directory /home/triswan/Downloads, dengan tipe file (bukan folder), dengan nama yang berakhiran .html (case insensitive), lalu cari kata ‘test’ di dalam content file html yang ditemukan

whereis

whereis java
Mencari semua file executable ‘java’ yang terdapat di system.

which

which java
Mencari executable ‘java’ yang aktif/digunakan (apabila terdapat banyak ‘java’ di system).
Untuk penjelasan lebih lanjut bisa membuka manual page dari setiap command dengan mengetik:
man locate
man find
man whereis
man which

Tuesday, September 1, 2015

TIKET PERJALANAN MANUSIA

TIKET PERJALANAN MANUSIA

IDENTITAS PENUMPANG:

Nama : Manusia
Tempat asal : tanah
ALamat : planet bumi

KETERANGAN PERJALANAN

Terminal Keberangkatan : Dunia
Transit : Alam Qubur
Terminal Kedatangan : Padang Mahsyar
Tujuan Akhir : Surga / Neraka
Jam Keberangkatan : ‘Surprise’

Check In: Akan dilakukan oleh Malaikat Maut.

Barang Bawaan yang diijinkan :
1. Kain kafan
2. Iman
3. Amal Shalih

Barang yang boleh datang menyusul :
1. Shodaqah jariyah
2. Ilmu yang bermanfaat
3. Do’a anak yang sholeh

CATATAN :
1. Sebelum keberangkatan diharapkan untuk selalu membaca, mempelajari,dan mengamalkan buku petunjuk kehidupan dlm AL QURAN AL KARIIM.

2. Sebelum keberangkatan diharapkan untuk selalu mengamalkan Standard Operating Procedure (SOP) seperti yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW.

3. Hati-hati dengan calo Syaithan yang selalu menawarkan tiket ke Neraka !

Silahkan tiket perjalanan ini dicetak dan ditempel di dinding sebagai pengingat.
Semoga perjalanan anda menyenangkan …

Awas banyak calo hehehe...semoga berbahagia

Semoga selamat sampai tujuan 😊😊

Wednesday, February 12, 2014

Foto-foto dan Riwayat Al Habib Anis bin 'Alwi bin 'Ali bin Husein Al Habsyi

Kalau mengingat Habib Anis pastilah teringat akan senyum beliau yang memancarkan Nur nya Baginda ROSULULLAH SAW. sehingga mampu membuat orang yang bertemu dengan Beliau seolah-olah ingin selalu bersama Beliau sepanjang waktu. 


Habib Anis bin 'Alwi bin 'Ali bin Husein Al Habsyi waktu pertama kali datang ke Banjarmasin di sambut langsung oleh Abah Guru Sekumpul, Alimul ‘allamah Al ‘Arif Billah Asy-Syekh H Muhammad Zaini Abdul Ghani di bandara Banjarbaru



Habib Anis lahir di Garut Jawa BaratIndonesia pada tanggal 5 Mei 1928. Ayah beliau adalah Habib Alwi. Sedangkan ibu beliau adalah syarifah Khadijah. Ketika beliau berumur 9 tahun, keluarga beliau pindah ke Solo. Setelah berpindah-pindah rumah di kota Solo, ayah beliau menetap di kampung Gurawan, Pasar Kliwon Solo.

Sejak kecil, Habib Anis dididik oleh ayah sendiri, juga bersekolah di madrasah Ar-Ribathah, yang juga berada di samping sekolahannya. Pada usia 22 tahun, beliau menikahi Syarifah Syifa binti Thaha Assagaf, setahun kemudian lahirlah Habib Ali.

Tepat pada tahun itu juga, beliau menggantikan peran ayah beliau, Habib Alwi yang meninggal di Palembang. Habib Ali bin Alwi Al Habsyi adik beliau menyebut Habib Anis waktu itu seperti “anak muda yang berpakaian tua”.

Habib Anis merintis kemaqamannya sendiri dengan kesabaran dan istiqamah, sehingga besar sampai sekarang. Selain kegiatan di Masjid seperti pembacaan Maulid simthud-Durar dan haul Habib Ali Al-Habsyi setiap bulan Maulud, juga ada khataman Bukhari pada bulan sya’ban, khataman Ar-Ramadhan pada bulan Ramadhan. Sedangkan sehari-hari beliau mengajar di zawiyah pada tengah hari.


Pada waktu muda, Habib Anis adalah pedagang batik, dan memiliki kios di pasar Klewer Solo. Kios tersebut ditunggui Habib Ali adik beliau. Namun ketika kegiatan di masjid Ar-Riyadh semakin banyak, usaha perdagangan batik dihentikan. Habib Anis duduk tekun sebagai ulama.

Dari perkawinan dengan Syarifah Syifa Assagaf, Habib Anis dikaruniai enam putera yaitu Habib Ali, Habib Husein, Habib Ahmad, Habib Alwi, Habib Hasan, dan Habib AbdiLlah. Semua putera beliau tinggal di sekitar Gurawan.

Dalam masyarakat Solo, Habib Anis dikenal bergaul lintas sektoral dan lintas agama. Dan beliau netral dalam dunia politik.

Dalam sehari-hari Habib Anis sangat santun dan berbicara dengan bahasa jawa halus kepada orang jawa, berbicara bahasa sunda tinggi dengan orang sunda, berbahasa indonesia baik dengan orang luar jawa dan sunda, serta berbahasa arab Hadrami kepada sesama Habib.

Penampilan beliau rapi, senyumnya manis menawan, karena beliau memang sumeh (murah senyum) dan memiliki tahi lalat di dagu kanannya. Beberapa kalangan menyebutnya The smilling Habib.


Habib Anis sangat menghormati tamu, bahkan tamu tersebut merupakan doping semangat hidup beliau. Beliau tidak membeda-bedakan apakah tamu tersebut berpangakat atau tidak, semua dijamunya dengan layak. Semua diperlakukan dengan hormat.

Seorang tukang becak (Pak Zen) 83 tahun yang sering mangkal di Masjid Ar-Riyadh mengatakan, Habib Anis itu ulama yang loman (pemurah, suka memberi). Ibu Nur Aini penjual warung angkringan depan Masjid Ar-Riyadh menuturkan, “Habib Anis itu bagi saya orangnya sangat sabar, santun, ucapannya halus. Dan tidak pernah menyakiti hati orang lain apalagi membuatnya marah”.

Saat ‘Idul Adha Habib Anis membagi-bagikan daging korban secara merata melalui RT sekitar Masjid Ar-Riyadh dan tidak membedakan Muslim atau non Muslim. Kalau dagingnya sisa, baru diberikan ke daerah lainnya.

Jika ada tetangga beliau atau handai taulan yang meninggal atau sakit, Habib Anis tetap berusaha menyempatkan diri berkunjung atau bersilaturahmi. Tukang becak yang mangkal di depan Masjid Wiropaten tempat Habib Anis melaksanakan shalat jum’at selalu mendapatkan uang sedekah dari beliau. Menjelang hari raya Idul Fitri Habib Anis juga sering memberikan sarung secara cuma-cuma kepada para tetangga, muslim maupun non muslim. “Beri mereka sarung meskipun saat ini mereka belum masuk Islam. Insya Allah suatu saat nanti dia akan teringat dan masuk Islam.” Demikian salah satu ucapan Habib Anis yang ditirukan Habib Hasan salah seorang puteranya.


Meskipun Habib Anis bin Alwi bin Ali al Habsyi telah meninggalkan kita, namun kenangan dan penghormatan kepada beliau terus saja mengalir disampaikan oleh para habaib atau para muhibbin. Habib Husein Mulachela keponakan Habib Anis mengatakan, pada saat meninggalnya Habib Anis dia dan isterinya tidak mendapatkan tiket pesawat, dan baru keesok harinya datang ke Solo melalui bandara Adi Sumarmo Yogyakarta. Selama semalam menunggu, mereka seperti mencium bau minyak wangi Habib Anis di kamarnya. “Aroma itu saya kenal betul karena Habib Anis membuat minyak wangi sendiri, sehingga aromanya khas.”

Dalam salah satu tausiyah, Habib JIndan mengatakan, “Seperti saat ini kita sedang mengenang seorang manusia yang sangat dimuliakan, yaitu Nabi Muhammad SAW. Kita juga mengenang orang shalih yang telah meningalkan kita pada tanggal 6 Nopember 2006 yaitu guru kita Habib Anis bin alwi bin Ali Al-Habsyi.
Ketika kita hadir pada saat pemakaman Habib Anis, jenazah yang diangkat tampak seperti pengantin yang sedang diarak ke pelaminannya yang baru. Bagi Habib Anis, kita melihat semasa hidup berjuang untuk berdakwah di masjid Ar-Riyadh dan kini setelah meninggal menempati Riyadhul Jannah, taman-taman surga. Ketika takziyah pada pemakaman Habib Anis kita seolah-olah mengarak pengantin menuju Riyadhul Jannah, taman-taman surga Allah. Inilah tempat yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman, bertaqwa dan shalih. Kita sekarang seperti para sahabat Habib Ali Al-habsyi, penggubah maulid Simtuh-durar yang mengatakan bahwa, ketika mereka hidup di dunia, mereka seolah-olah tidak merasakan hidup di dunia tetapi hidup di surga. Sebab setiap hari diceritakan tentang akhirat, tentang ketentraman bathin di surga. Dan mereka baru menyadari bahwa mereka hidup di dunia yang penuh cobaan.

Kita selama ini hidup bersama Habib Anis, bertemu dalam majlis maulid, berjumpa dalam kesempatan rauhah dan berbagai kesempatan lainnya. Dalam berbagai kesempatan itu kita mendengar penuturan yang lembut dan menentramkan, sehingga sepertinya kita di surga. Dan kita merasakan bahwa kita hidup di dunia yang fana ketika menyaksikan bahwa beliau meninggal dunia. Namun begitu, kenangan beliau tetap terbayang di mata kita, kecintaan beliau tetap menyelimuti kita.


Al-Habib Abdullah Al-Hadad ketika menyaksikan kepergian para guru beliau, mengatakan, “Kami kehilangan kebaikan para guru kami ketika mereka meninggal dunia. Segala kegembiraan kami telah lenyap, tempat yang biasa mereka duduki telah kosong, Allah telah mengambil milik-Nya kami sedih dan kami menangis atas kepergian mereka. Ah…andai kematian hanya menimpa orang-orang yang jahat, dan orang-orang yang baik dibiarkan hidup oleh Allah. Aku akan tetap menangisi mereka selama aku hidup dan aku rindu kepada mereka. Aku akan selalu kasmaran untuk menatap wajah mereka. Aku akan mengupayakan hidupku semampuku untuk selalu mengikuti jalan hidup para guruku, meneladani salafushalihin, menempuh jalan leluhurku.”


Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assagaf yang berada di Jeddah bercerita, “Ayahku Habib Ahmad bin Abdurrahman berkata kepadaku, ‘ya…Abdulkadir engkau lihat aku, ketahuilah jangan engkau menyimpang dari jalan orang tuamu’”. Ketika Habib Ahmad bin Abdurrahman meninggal dunia, Habib Abdul Kadir tetap menempuh jalan orang tuanya dan dia tidak menyimpang sedikitpun jalan yang telah ditempuh oleh Habib Ahmad bin Abdurrahman.


Begitu juga Almarhum Habib Anis, tidak sedikitpun menyimpang dari yang ditempuh oleh ayah beliau, Habib Alwi. Hal serupa terjadi pada Habib Alwi, yang tetap menapaki jalan yang ditempuh oleh ayah beliau Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi Dan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi sama juga menempuh jalan orang tua, guru dan teladan beliau hingga sampai Nabi Muhammad SAW”……

Sedangkan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, murid 
senior sekaligus cucu menantu Habib Anis mengatakan, maqam tinggi yang dimiliki Habib Anis didapatkan bukan karena berandai-andai atau duduk – duduk saja. Semua itu beliau peroleh setelah bertahun-tahun menanamkan cinta kepada Allah SWT, para shalihin dan kepada kaum muslimin umumnya. Semoga beliau dalam kuburnya melihat kehadiran kita di majlis ini, bahwa kita sebagai anak didiknya meneruskan perjuangan dakwahnya. Dalam Al-Qur’an disebutkan, ‘Dan sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang’. Artinya kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih Allah menanamkan kepada makhluk-makhluk rasa kasih sayang kepadanya, cinta kepadanya, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan imam Bukhari, “Jika Allah mencintai hambanya maka Allah akan memanggil Jibril, menyampaikan bahwa Allah mencintai si Fulan. Mulai saat itu Jibril akan mencintai Fulan, sampai kapanpun. Jibril kemudian memanggil ahli langit untuk menyaksikan bahwa Allah mencintai Fulan. Maka ia memerintahkan mereka semua untuk meneicintai Fulan. Dengan begitu para penghuni langit mencintai Fulan. Setelah itu Allah letakkan di atas bumi ini rasa cinta untuk menerima orang yang dicintai Allah tersebut, dapat dekat dengan orang itu.” Dan insya Allah Habib Anis termasuk diantara orang-orang tersebut.”


Ada empat hal yang selalu disampaikan oleh Habib Anis kepada jama’ah yang hadir di majlis beliau, “Pertama, kalau engkau ingin mengetahui diriku, lihatlah rumahku dan masjidku. Masjid ini tempat aku beribadah mengabdi kepada Allah. Kedua, zawiyah, di situlah aku menggembleng akhlak jama’ah sesuai akhlak Nabi Muhammad SAW. Ketiga, kusediakan buku-buku lengkap di perpustakaan, tempat untuk menuntut ilmu. Dan keempat, aku bangun bangunan megah. Di situ ada pertokoan, karena setiap muslim hendaknya bekerja. Hendaklah ia berusaha untuk mengembangkan dakwah Nabi Muhammad SAW.” (*/and)








TOKOH ulama yang khumul lagi wara`, pemuka dan sesepuh habaib yang dihormati, Habib Anis bin Alwi bin Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi rahimahumullah telah kembali menemui Allah SWT. 14 Syawwal 1427 H bersamaan 6 November 2006 dalam usia kira-kira 78 tahun. Habib Anis sewaktu hayatnya sentiasa mengabdikan dirinya untuk berdakwah menyebarkan ilmu dan menyeru umat kepada mencintai Junjungan Nabi SAW. Beliau menjalankan dakwahnya berdasarkan kepada ilmu dan amal taqwa, dengan menganjurkan dan mengadakan majlis-majlis ta’lim dan juga majlis-majlis mawlid, dalam rangka menumbuhkan mahabbah umat kepada Junjungan Nabi SAW. Selain berdakwah keliling kota, sehingga muridnya menjangkau puluhan ribu orang. beliau memusatkan kegiatan dakwah dan ta’limnya di masjid yang didirikan oleh ayahanda beliau, Al-Habib Alwi bin ‘Ali al-Habsyi, yang dikenali sebagai Masjid ar-Riyadh, Gurawan, Pasar Kliwon, Solo (Surakarta), Jawa Tengah.


Dalam majlis-majlis ilmu yang lebih dikenali sebagai rohah, dibacakan kitab-kitab ulama salafus sholeh terdahulu termasuklah kitab-kitab hadits seperti “Jami`ush Shohih” karya Imam Al-Bukhari, bahkan pengajian kitab Imam Al-Bukhari dijadikan sebagai wiridan di mana setiap tahun dalam bulan Rajab diadakan Khatmil Bukhari, yaitu khatam pengajian kitab “Jami` ash-Shohih” tersebut. Setiap malam Jum’at pula diadakan majlis mawlid dengan pembacaan kitab mawlid “Simthuth Durar” karya yang mulia al-Habib ‘Ali bin Muhammad al-Habsyi. Manakala setiap malam Jum’at Legi diadakan satu majlis taklim dan mawlid dalam skala besar dengan dihadiri masyarakat awam dari pelbagai tempat yang terkenal dengan Pengajian Legian, di mana mawlid diperdengarkan dan tausyiah-tausyiah disampaikan kepada umat. Peringatan mawlid tahunan di bulan Rabi`ul Awwal dan haul Imam Ali al-Habsyi disambut secara besar-besaran yang dihadiri puluhan ribu umat dan dipenuhi berbagai acara ilmu dan amal taqwa.
Sesungguhnya majlis para habaib tidak pernah sunyi dari ilmu dan tadzkirah yang membawa umat kepada mengingat Allah dan Rasulullah, serta mengingat akhirat, yang disampaikan dengan penuh ramah-tamah.

Habib Anis terkenal bukan sahaja kerana ilmu dan amalnya, tetapi juga kerana akhlaknya yang tinggi, lemah lembut dan mulia. Air mukanya jernih, wajahnya berseri-seri dan sentiasa kelihatan ceria. Kebanyakan yang menghadiri majlis-majlis beliau adalah kalangan massa yang dhoif dan kepada mereka-mereka ini Habib Anis memberikan perhatian yang khusus dan istimewa. Kemurahan hatinya kepada golongan ini sukar ditandingi menjadikan beliau dihormati dan disegani. Sungguh tangan beliau sentiasa di atas dengan memberi, tidak sekali-kali beliau jadikan tangannya di bawah meminta-minta. Inilah antara ketinggian akhlak Habib Anis al-Habsyi rhm. Sungguh kemuliaannya bukanlah semata-mata faktor keturunannya yang umpama ‘bintang bergemerlapan’, tapi juga kerana ilmunya, taqwanya, waraknya dan akhlaknya yang mencontohi akhlak para leluhurnya terdahulu. Para leluhurnya yang terkenal dengan ketinggian akhlak mereka sehingga telah menawan hati segala rumpun Melayu rantau sini untuk memeluk agama Islam yang mulia. (*/dpg)

Popular Posts

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons